Jajaran pengurus dan anggota Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) saat berdiskusi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor guna menyerap aspirasi warga serta merumuskan rekomendasi pembangunan daerah secara menyeluruh.
18
Agu 2026
Rakor FTPAB: Forum Tokoh Peduli Aceh Barat Rumuskan Langkah Strategic untuk Kemajuan Daerah
Administrator FTPAB
Berita
3 views
Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) komprehensif sebagai langkah nyata memperkuat peran lintas tokoh dalam mengawal arah pembangunan daerah. Pertemuan ini tidak hanya berfokus pada dinamika sosial dan kebencanaan, tetapi juga merambah isu-isu strategis seperti ekonomi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, hingga penegakan hukum di Aceh Barat.
Rakor yang dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pemuda, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil ini menjadi ruang dialog terbuka. FTPAB berkomitmen menjadi pilar penyeimbang yang aktif menyerap aspirasi akar rumput dan menyampaikannya secara konstrukif kepada pihak eksekutif maupun legislatif.
Dalam pilar pembangunan ekonomi, forum menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. FTPAB mendorong pemerintah daerah untuk memperluas akses permodalan serta memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi para petani dan nelayan lokal.
Sektor pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) turut menjadi fokus pembahasan mendalam. Para tokoh mendesak adanya pemerataan fasilitas sekolah dan peningkatan kualitas tenaga pengajar, khususnya di wilayah pedalaman, agar generasi muda Aceh Barat memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.
Di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, rakor ini merekomendasikan peningkatan mutu layanan fasilitas kesehatan publik serta percepatan penanganan stunting. Pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata dinilai sebagai hak mendasar warga yang wajib dipenuhi oleh pemerintah secara konsisten.
Selain itu, FTPAB juga menaruh perhatian besar pada penataan tata ruang daerah, kelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Forum menekankan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus beriringan dengan menjaga keseimbangan ekologis agar kemajuan daerah tidak memicu masalah lingkungan di kemudian hari.
Isu penegakan hukum, transparansi anggaran, dan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik KKN juga tidak luput dari ikrar bersama. FTPAB menegaskan siap mengawal setiap program pembangunan daerah agar berjalan tepat sasaran, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Konsolidasi antar-tokoh ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi dan merawat nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Persatuan para tokoh dianggap sebagai modal sosial terkuat dalam menjaga kondusivitas keamanan dan keharmonisan bermasyarakat di Kabupaten Aceh Barat.
Guna memastikan hasil rapat tidak berhenti sebagai wacana, FTPAB membentuk sejumlah tim kerja teknis yang akan mengawal tiap-tiap pilar isu. Tim ini bertugas melakukan pemantauan lapangan, pengumpulan data aspirasi, serta menyusun laporan evaluasi berkala untuk disampaikan kepada publik dan pemerintah.
Melalui penyelenggaraan Rakor menyeluruh ini, Forum Tokoh Peduli Aceh Barat mempertegas posisinya sebagai mitra kritis sekaligus solutif bagi pemerintah daerah. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu membawa Aceh Barat menuju daerah yang makin maju, sejahtera, berkeadilan, dan bermartabat.
sumber :
https://news.detik.com/berita/d-8623354/istana-gelar-acara-hut-ri-di-40-lokasi-permukiman-padat-se-dki-ini-titiknya
Rakor yang dihadiri oleh para tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pemuda, serta perwakilan organisasi masyarakat sipil ini menjadi ruang dialog terbuka. FTPAB berkomitmen menjadi pilar penyeimbang yang aktif menyerap aspirasi akar rumput dan menyampaikannya secara konstrukif kepada pihak eksekutif maupun legislatif.
Dalam pilar pembangunan ekonomi, forum menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. FTPAB mendorong pemerintah daerah untuk memperluas akses permodalan serta memberikan kepastian pasar bagi hasil produksi para petani dan nelayan lokal.
Sektor pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) turut menjadi fokus pembahasan mendalam. Para tokoh mendesak adanya pemerataan fasilitas sekolah dan peningkatan kualitas tenaga pengajar, khususnya di wilayah pedalaman, agar generasi muda Aceh Barat memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.
Di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, rakor ini merekomendasikan peningkatan mutu layanan fasilitas kesehatan publik serta percepatan penanganan stunting. Pelayanan kesehatan yang terjangkau dan merata dinilai sebagai hak mendasar warga yang wajib dipenuhi oleh pemerintah secara konsisten.
Selain itu, FTPAB juga menaruh perhatian besar pada penataan tata ruang daerah, kelestarian lingkungan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Forum menekankan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus beriringan dengan menjaga keseimbangan ekologis agar kemajuan daerah tidak memicu masalah lingkungan di kemudian hari.
Isu penegakan hukum, transparansi anggaran, dan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik KKN juga tidak luput dari ikrar bersama. FTPAB menegaskan siap mengawal setiap program pembangunan daerah agar berjalan tepat sasaran, akuntabel, serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Konsolidasi antar-tokoh ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi dan merawat nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Persatuan para tokoh dianggap sebagai modal sosial terkuat dalam menjaga kondusivitas keamanan dan keharmonisan bermasyarakat di Kabupaten Aceh Barat.
Guna memastikan hasil rapat tidak berhenti sebagai wacana, FTPAB membentuk sejumlah tim kerja teknis yang akan mengawal tiap-tiap pilar isu. Tim ini bertugas melakukan pemantauan lapangan, pengumpulan data aspirasi, serta menyusun laporan evaluasi berkala untuk disampaikan kepada publik dan pemerintah.
Melalui penyelenggaraan Rakor menyeluruh ini, Forum Tokoh Peduli Aceh Barat mempertegas posisinya sebagai mitra kritis sekaligus solutif bagi pemerintah daerah. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu membawa Aceh Barat menuju daerah yang makin maju, sejahtera, berkeadilan, dan bermartabat.
sumber :
https://news.detik.com/berita/d-8623354/istana-gelar-acara-hut-ri-di-40-lokasi-permukiman-padat-se-dki-ini-titiknya
Berita
Selanjutnya
Tidak ada