Kondisi salah satu bangunan warga yang hancur diterjang banjir bandang di Kabupaten Aceh Barat. Material lumpur dan puing-puing bangunan tampak menimbun area permukiman warga
18
Agu 2026
Diterjang Banjir Bandang, Puluhan Bangunan di Aceh Barat Rusak Parah
Administrator FTPAB
Berita
3 views
ACEH BARAT — Banjir bandang dan luapan air sungai melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Aceh Barat. Bencana ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur publik, fasilitas pendidikan, serta puluhan rumah warga yang diterjang arus deras dan tertimbun material lumpur.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Aceh Barat, banjir menerjang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis, sehingga air melimpah ke permukiman warga di puluhan gampong.
Dampak kerusakan paling nyata terlihat pada bangunan fisik di kawasan pemukiman. Kerusakan mencakup rumah warga berkonstruksi kayu maupun permanen yang patah tiang penyangganya, atap seng yang terlepas, hingga dinding yang roboh dihantam material kayu dan lumpur pekat yang terbawa arus banjir bandang.
Selain sektor permukiman, fasilitas umum seperti gedung sekolah dan jembatan penghubung antar-desa ikut mengalami kerusakan berat. ANTARA Foto mencatat beberapa bangunan sekolah terendam lumpur tebal yang mengakibatkan aktivitas belajar mengajar di puluhan sekolah terpaksa diliburkan sementara waktu demi keselamatan para siswa.
Akses transportasi di sejumlah kecamatan sempat terputus total akibat genangan air yang tinggi serta tumpukan kayu terseret banjir. Kondisi tersebut sempat memutus jalur logistik dan mengisolasi ratusan warga yang bertahan di pemukiman mereka sebelum akhirnya tim evakuasi tiba di lokasi.
Tim gabungan dari BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, serta para relawan berpacu dengan waktu melakukan evakuasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman. Jalur darat yang sulit ditempuh memaksa petugas menggunakan perahu karet untuk menjangkau titik-titik pengungsian dan memberikan bantuan darurat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menetapkan status darurat bencana guna mempercepat proses penanganan di lapangan. Langkah ini diambil agar pendistribusian bantuan masa panik, berupa makanan siap saji, tenda darurat, serta obat-obatan dapat disalurkan secara merata kepada ribuan jiwa yang terdampak.
Kerugian material akibat bencana banjir dan kerusakan infrastruktur ini ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Pihak dinas terkait masih terus melakukan pendataan mendalam untuk menghitung total kerusakan pada jembatan, jalan raya, dan tanggul sungai yang jebol.
Memasuki hari berikutnya, air di beberapa titik dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, tim BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis dan berpotensi menurunkan hujan lebat di kawasan hulu.
Kini, fokus petugas dan warga mulai bergeser pada pembersihan sisa-sisa material lumpur dan puing-puing bangunan. Posko kesehatan dan dapur umum juga terus disiagakan untuk memastikan kebutuhan dasar seluruh pengungsi tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.
Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Aceh Barat, banjir menerjang setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis, sehingga air melimpah ke permukiman warga di puluhan gampong.
Dampak kerusakan paling nyata terlihat pada bangunan fisik di kawasan pemukiman. Kerusakan mencakup rumah warga berkonstruksi kayu maupun permanen yang patah tiang penyangganya, atap seng yang terlepas, hingga dinding yang roboh dihantam material kayu dan lumpur pekat yang terbawa arus banjir bandang.
Selain sektor permukiman, fasilitas umum seperti gedung sekolah dan jembatan penghubung antar-desa ikut mengalami kerusakan berat. ANTARA Foto mencatat beberapa bangunan sekolah terendam lumpur tebal yang mengakibatkan aktivitas belajar mengajar di puluhan sekolah terpaksa diliburkan sementara waktu demi keselamatan para siswa.
Akses transportasi di sejumlah kecamatan sempat terputus total akibat genangan air yang tinggi serta tumpukan kayu terseret banjir. Kondisi tersebut sempat memutus jalur logistik dan mengisolasi ratusan warga yang bertahan di pemukiman mereka sebelum akhirnya tim evakuasi tiba di lokasi.
Tim gabungan dari BPBD Aceh Barat, TNI, Polri, serta para relawan berpacu dengan waktu melakukan evakuasi warga terdampak ke tempat yang lebih aman. Jalur darat yang sulit ditempuh memaksa petugas menggunakan perahu karet untuk menjangkau titik-titik pengungsian dan memberikan bantuan darurat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menetapkan status darurat bencana guna mempercepat proses penanganan di lapangan. Langkah ini diambil agar pendistribusian bantuan masa panik, berupa makanan siap saji, tenda darurat, serta obat-obatan dapat disalurkan secara merata kepada ribuan jiwa yang terdampak.
Kerugian material akibat bencana banjir dan kerusakan infrastruktur ini ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Pihak dinas terkait masih terus melakukan pendataan mendalam untuk menghitung total kerusakan pada jembatan, jalan raya, dan tanggul sungai yang jebol.
Memasuki hari berikutnya, air di beberapa titik dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, tim BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis dan berpotensi menurunkan hujan lebat di kawasan hulu.
Kini, fokus petugas dan warga mulai bergeser pada pembersihan sisa-sisa material lumpur dan puing-puing bangunan. Posko kesehatan dan dapur umum juga terus disiagakan untuk memastikan kebutuhan dasar seluruh pengungsi tetap terpenuhi selama masa pemulihan pascabencana.
Berita